Command Center Gresik Akas 112 Diperkuat, Pastikan Laporan Darurat Tak Berhenti di Operator

Redaksi | Headline | News
oleh

Gresik.kliksurabaya.co.id – Kecepatan respons menjadi salah satu kunci dalam penanganan kondisi kedaruratan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat Command Center Gresik Akas 112 agar setiap laporan masyarakat dapat diterima, diverifikasi, diteruskan kepada perangkat daerah terkait, hingga mendapatkan penanganan di lapangan.

Penguatan tersebut dibahas dalam kegiatan bimbingan teknis Command Center Gresik Akas 112 yang digelar di Ruang Rapat Grahita Eka Praja, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini tidak hanya membahas aspek teknis sistem, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM), koordinasi antarpetugas, serta pembagian peran perangkat daerah dalam merespons laporan kedaruratan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gresik, Kiki Nuriyadi, mengatakan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin cepat, terutama ketika berhadapan dengan situasi darurat.

“Kita ini selalu berhadapan dengan masyarakat dan masyarakat itu selalu ingin cepat. Maka dari itu, kami mengimbau kepada seluruh peserta kegiatan untuk terus meningkatkan kesiapan SDM,” ujarnya

Menurutnya, penanganan kedaruratan tidak cukup hanya dilihat dari sisi administrasi. Setiap laporan yang masuk harus menjadi bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kemampuan petugas dan memperbaiki kualitas pelayanan.

“Banyak permasalahan yang perlu kita tangani bersama. Oleh sebab itu, kita tidak hanya berpikir secara administrasi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas SDM dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Kiki juga menekankan pentingnya komunikasi antara petugas L1, L2 dan L3. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dalam proses penanganan laporan, namun harus bekerja dalam satu alur yang terkoordinasi.

“Antara L1, L2 dan L3 ini harus terjalin komunikasi dan chemistry, karena yang kita tangani adalah laporan kedaruratan. Kita harus lebih cepat dalam merespons,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Informasi Publik Dinas Kominfo Gresik, Zurron Arifin, menjelaskan bahwa Command Center 112 berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan.

Menurutnya, kekuatan utama sistem tersebut bukan hanya pada kemampuan menerima panggilan, tetapi pada bagaimana laporan dapat diproses secara tepat hingga sampai kepada petugas yang berada di lapangan.

“Command Center ini bukan hanya tempat menerima telepon. Yang lebih penting adalah bagaimana laporan masyarakat bisa diteruskan kepada perangkat daerah yang tepat, kemudian ditindaklanjuti sampai ada penanganan di lapangan,” jelas Zurron.

Ia mengatakan, kejelasan alur dan pembagian kewenangan menjadi penting karena laporan yang masuk memiliki karakteristik berbeda-beda. Mulai dari kecelakaan, kebakaran, kondisi medis, gangguan lalu lintas, hingga kebutuhan evakuasi.

“Setiap laporan memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda. Karena itu, petugas harus memahami kewenangannya masing-masing agar laporan bisa segera diarahkan dan tidak terjadi keterlambatan dalam penanganan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Command Center Gresik Akas 112 diperkuat dengan standar operasional prosedur (SOP). Setiap laporan diawali dengan pencatatan identitas atau nomor telepon pelapor, lokasi kejadian, jenis kejadian, hingga jumlah korban apabila terdapat korban.

Laporan tersebut kemudian diverifikasi untuk memastikan informasi yang diterima sebelum ditentukan dispatcher atau perangkat daerah yang sesuai dengan kewenangannya.

Setelah laporan diteruskan, petugas memastikan ketersediaan personel dan menunjuk PIC yang bertanggung jawab terhadap penanganan di lapangan. Dengan mekanisme tersebut, laporan masyarakat tidak berhenti pada proses pencatatan, tetapi terus dikawal hingga mendapatkan tindak lanjut.

Kesiapsiagaan layanan juga ditunjang dengan sistem kerja selama 24 jam melalui tiga shift. Shift pertama berlangsung pukul 07.00–15.00 WIB, shift kedua pukul 15.00–23.00 WIB, dan shift ketiga pukul 23.00–07.00 WIB.

Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan layanan tetap tersedia kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk di luar jam pelayanan perkantoran.

Data Command Center Gresik Akas 112 periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kedaruratan. Evakuasi hewan liar menjadi laporan terbanyak dengan 494 kejadian, disusul kecelakaan sebanyak 244 kejadian, pengaduan lalu lintas 165 kejadian, dan permintaan bantuan warga sebanyak 152 kejadian.

Selain itu, tercatat 104 laporan jalan rusak, 95 laporan kebakaran, 90 laporan penebangan pohon, serta 78 laporan darurat medis.

Dari sisi perangkat daerah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjadi OPD dengan panggilan kedaruratan terbanyak.

Berikutnya terdapat PSC 119 Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Ragam laporan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan 112 sangat luas. Command Center tidak hanya menjadi saluran komunikasi ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga menjadi pintu awal untuk menghubungkan masyarakat dengan perangkat daerah yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan penanganan.

Karena itu, penguatan Command Center Gresik Akas 112 ke depan tidak hanya bergantung pada teknologi. Kualitas SDM, kepatuhan terhadap SOP, komunikasi antara L1, L2 dan L3, serta kesiapan perangkat daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.